Termasuk dosa besar yang dimurkai Allah adalah perbuatan Zina. Para Nabi dan Rasul juga murka pada orang-orang yang melakukan perbuatan keji itu. Alkisah, pada umat terdahulu ada seorang perempuan yang menjadikan zina sebagai profesinya. Dia mendapatkan uang dengan melacurkan dirinya. Kecantikannya yang menawan sangat terkenal dan membuat dirinya dirinya terkenal diberbagai daerah. Banyak lelaki yang tergila-gila padanya dan ingin menikmati kecantikannya. Di saat yang sama ada pemudaahli ibadah. Pemuda itu juga  mendengar pesona perempuan itu dan hati pemuda itu juga condong kepadanya. Pemuda itu juga berangan-angan ingin menikmati kecantikan perempuan itu. Karena bayaran perempuan itu sangat mahal, pemuda itu bekerja keras siang malam demi mendapatkan uang agar nanti bisa membayar perempuan itu. Setelah berbulan-bulan bekerja pemuda itu mendapatkan uang yang cukup banyak. Uang yang cukup untuk membayar kecantikan perempuan itu. Pemuda itu lalu mendatangi sang perempuan.
Tentu saja perempuan tersebut senang didatangi pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tampan. Ia merasa bangga bahwa kecantikan dan pesona dirinya ternyata mamppu mengalahkan kezuhudan dan keteguhan iman seorang pemuda ahli ibadah. Ia menyambut pemuda itu dengan sebaik-baik sambutan. Ketika mereka derdua sudah berada di sebuah rung yang sangat nyaman, jendela telah tertutup dan pintu telah etrkunci rapat, dan pemuda itu bisa melakukan apa yang telah dilakukan banyak lelaki pada perempuan itu, tiba-tiba pemuda itu teringat kepada Allah. Bahwa Allah melihatnya. Bahwa Allah memurkai perbuatan maksiat yang sedang dan yang akan dilakukannya. Wajahnya tiba-tiba pucat. Ia sangat takut kepada Allah. Perempuan itu kaget melihat pemuda itu yang tiba-tiba pucat pasi seperti tidak dialiri darah. Perempuan itu menduga bahwa pemuda itu sangat gugup karena tidak pernah memiliki pengalaman nerduaan dengan seorang perempuan. Maka perempuan itu berusaha menenangkannya.
Akan tetapi pemuda itu justru semakin pucat, tubuhnya menggigil dan bergetar hebat. Dengan terbata-bata pemuda itu berkata kepada perempuan itu, “ini, di kantong ini ada ratusan dinar, yang aku kumpulkan dengan bekerjamati-matian berbulan-bulan. Aku bekerja keras demi bisa menikmati dirimu. Kini aku sudah ada di hadapanmu, kalau aku mau aku bisa mendapatkan apa yamg aku inginkan selama ini. Akan tetapi jika aku melakukannya maka Allah akan murka padaku, dan Allah pasti menyiapkan nerakanya yang menyala-nyala untukku. Aku takut pada Allah. Aku tidak mau  kenikmatan sesaat yang semu akan menghancurkan kenikmatan abadi di syurganya Allah. Ini, ambillah uang ini. Dan biarkan aku meninggalkan tempat ini sebelum Allah murka dan mencabut nyawaku dalam keadaan syu’ul khatimah
Pemuda itu meletakkan kantong uangnya dihadapan perempuan jelita itu, lalu melangkah ke pintu. Sang perempuan duduk terpaku di tepi ranjangnya. Ia kegat bercampur takjub dengan sikap dan apa yang didengarnya. Selama ini tidak ada lelaki yang bisa mengendalikan kesadarannya jika sudah berduaan dengannya. Tapi pemuda itu bisa berkata dan bersikap setegar itu. Rasa takut pemuda itu kepada Allah mengalahkan segala sihir pesona kecantikan yang dimilikinya. Dirinya samasekali tidak harganya di mata pemuda itu.
Sang pemuda melangkah meninggalkan tempat itu dengan air mata berderai-derai. Ia menangis takut pada Allah. Pemuda itu malu kepada dirinya sendiri. Ia lalu perhi meninggalkan kota itu dan kembali ke kampung asalnya. Dikampungnya siang malam dia beribadah, karena ia merasa telah melakukan dosa besar meskipun belum sampai zina. Tetapi ia merasa telah melakukan dosa yang sangat besar, sebab telah mendekati zina. Bahkan dia sempat berazam untuk zina dengan pelacur cantik itu. Bahkan ia sudah bekerja berbulan-bulan demi mendapatkan uang agar bisa berzina dengan perempuan itu. Pemuda itu terus menangis penuh penyesalan. Ia beribadah sebanyak-banyaknya karena ingin menghapus dosanya. Dan pemuda itu akhirnya meninggal dalam keadaan menangis dan beribadah kepada Allah.
Sejak kejadian itu, perempuan itu sadar. Bahwa dirinya selama ini telah melakukan dosa besar yang dimurkai oleh Allah. Pemuda itu menyadarkan dirinya bahwa akan adanya Allah yang memurkai orang-orang yang melakukan maksiat. Pemuda itu menyadarkan dirinya bahwa ada neraka yang disiapkan untuk orang-orang yang menantang Allah. Pemuda itu menyadarkan bahwa ada kehidupan yang sesungguhnya setelah kehidupan di dunia ini. Sejak saat itu perempuan itu bertobat. Siang malam ia menangis kepada Allah. Ia lalu berazam dan bertekad kuat untuk mencari pemuda itu. Ia ingin menjadikan pemuda itu sebagai suaminya yang akan membimbingnya beribadah kepada Allah.
Berbulan-bulan ia mencari pemuda itu, tari tidak bertemu. Setelah sekian lama ia akhirnya tahu bahwa pemuda itu telah pulang kekampung halamannya. Perempuan itu langsung menyusulnya. Dan alangkah sedihnya ketika ia tahu bahwa pemuda itu telah meninggal dunia dalam keadaan bertobat penuh penyesalan kepada Allah.
Pemuda itu memiliki saudara yang juga ahli ibadah. Perempuan bekas pelacur yang kini menjadi ahli ibadah itu akhirnya menikah dengan ahli ibadah, saudara pemuda tadi. Perempuan itu telah melakukan tobat yang sungguh-sungguh tobat. Tobat yang mampu membuat pintu langit terbuka untuk doa dan zikirnya. Dari oernikahan dengan ahli ibadah itu, perempuan bekas pelacur itu melahirkan banyak anak yang semuanya diangkat oleh Tuhan menjadi Nabi. Dari rahin perempuan itu yang kini yang kini berisi kalimat-kalimat thayyibah lahir manusia-manusia mulia yang dipilih oleh Allah sebagai nabiNya.
“ini adalah kisah nyata yang terjadi pada umat terdahulu. Jika ia mau bertobat dengan sungguh-sungguh seperti perempuan itu, maka Allah akan menerima orang itu dengan penuh pengampunan dan kasih sayang. Bahkan Allah akan tetap memuliakan hamba-hamba-Nya yang mau bertobat kepada-Nya.

Bumi Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Komentar

Postingan populer dari blog ini